Minggu, 16 Juli 2017

Cara Beternak Ayam Kampung

cara-beternak-ayam-kampung-panduan-budidaya-distributor-nasa-natural-nusantara-resmi-intigrow-viterna-poc-hormonik-prontech-toxilat-protexol
Berikut ini adalah panduan budidaya cara beternak ayam kampung. Ayam kampung biasa dibudidayakan oleh peternak di Indonesia dengan cara diumbar, atau ayam dibiarkan berkeliaran dan mencari makan sendiri. Namun cara ini dipandang kurang memiliki nilai ekonomis jika tujuan pemeliharaan untuk profit  oriented.
Panduan cara beternak ayam kampung ini juga busa digunakan untuk panduan beternak ayam kampung jawa super atau biasa disingkat japer.
Cara beternak ayam kampung secara intensif merupakan cara yang bisa mendatangkan keuntungan sebagai sebuah bisnis. Permintaan daging ayam kampung yang cukup besar memberikan peluang bisnis yang menggiurkan untuk budidaya ayam kampung secara intensif.
Perawatan ayam kampung yang dipelihara secara intensif memiliki sedikit perbedaan dengan perawatan ayam kampung cara tradisional. Selain memerlukan perhatian yang ekstra juga masalah pemberian makanan harus lebih diatur. Memelihara ayam kampung secara intensif memiliki keungulan, yaitu lebih mudah melakukan kontrol terhadap penyakit.
Agar dalam usaha budidaya ayam kampung super secara intensif ini bisa berhasil, diperlukan manajemen dan tata kelola yang baik dan benar. Ada beberapa faktor yang menjadi penentu keberhasilan usaha budidaya ayam kampung secara intensif. Faktor-faktor yang penting diperhatikan dalam usaha budidaya ayam kampung secara intensif antara lain :
Pemilihan Bibit Pada Ayam Kampung
Hal pertama dalam cara beternak ayam kampung adalah pemilihan bibit ayam kampung atau lebih dikenal dengan DOC merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Jika tujuan pemeliharaan ayam kampung untuk tujuan diambil daging, maka memilih DOC dari keturunan ayam yang bertubuh besar dan pertumbuhan yang cepat diprioritaskan. Selain itu waktu penetasan bibit ayam kampung (DOC) harus tepat waktu(21 hari) tidak terlalu cepat atau terlalu lama.
Ciri-ciri DOC yang memiliki kualitas bagus antara lain berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap. Jangan lupa memberikan vaksinasi sesuai usia DOC.
Masalah Pakan Pada Ayam Kampung
Bagian pokok dalam cara beternak ayam kampung adalah manajemen pakan. Pakan pada ayam kampung memegang peranan yang cukup penting dalam menentukan pertumbuhan ayam kampung. Meski demikian sebenarnya pakan untuk ayam kampung tidaklah serumit pakan untuk ayam lain seperti broiler, ayam petelur dan lain-lain.
Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung. Selain makanan pabrikan tersebut bisa juga diberikan pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Pakan alternatif tersebut cukup bisa menghemat biaaya produksi sehingga keuntungan usaha ayam kampung bisa meningkat.
Yang terpenting dalam menyusun ransum untuk ayam kampung harus memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg. Untuk Jumlah pakan yang diberikan untuk ayam kampung disesuaikan dengan usia ayam kampung itu sendiri, seperti berikut:
  • 7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
  • 19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
  • 34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
  • 47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
  • 58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
  • 66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
  • 72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
  • 74 gram/per hari sampai umur 8 minggu
Selain makanan, ayam kampung memerlukan minuman. Minuman diberikan secara tidak terbatas, disediakan wadah untuk minuman, jika habis ditambahkan lagi.
paket-produk-nasa-viterna-poc-nasa-hormonik-panduan-budidaya-cara-beternak-ayam-kampung-super-japer-jawa
Untuk mendukung keberhasilan budidaya ayam kampung sekaligus sebagai bagian dari cara beternak ayam kampung yang berhasil, PT Natural Nusantara (NASA) mengeluarkan serangkaian produk vitamin yang sangat bermanfaat bagi peningkatan produktivitas peternakan ayam kampung, baik dari segi kualitas, kuantitas, dan efektivitas. Produk tersebut di antaranya VITERNA, POC NASA, HORMONIK.
Viterna Plus merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :
  • Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
  • Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh.
  • Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.
  • Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ternak ayam kampung, ketahanan tubuh babi, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA disarankan ditambahkan dengan Hormonik.
  • Hormonik berperan sebagai zat pengatur tumbuh, di mana keberadaannya akan sangat penting dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ternak babi. Sehingga budidaya ternak ayam kampung bisa dilakukan dalam waktu lebih singkat tetapi tetap mendapatkan hasil yang optimal.
  • Pemakaian VITERNA Plus, POC NASA, dan HORMONIK bisa dilakukan sebagai campuran air minum yang diberikan sepanjang hari. Bisa pula dicampurkan sebagai pembasah pada pakan konsentrat.
panduan-cara-budidaya-beternak-ayam-kampung-super-jawa-japer-nasa-natural-nusantara-distributor-agen-resmi 
Sistem Kandang Ayam Kampung
Ada tiga macam kandang sebagai cara beternak ayam kampung, yakni kandang box, kandang postal dan kandang baterai. Kandang box sebagai tempat pemeliharaan anakan ayam kampung unggulan atau DOC. Disebut kandang box karena bentuknya yang memang kotak.
Dalam kadang box ukuran 1 x 1 m dapat diisi sebanyak 40 -45 DOC. Lama pemeliharaan DOC dalam kandang box +- 20 hari. Untuk menjaga kehangatan kandang diberikan lampu pada kandang box dengan suhu 30 – 32 derajat celcius.
Memasuki hari ke-21 ayam kampung dipindah ke kandang pembesaran atau kandang postal. Ukuran kandang postal menyesuaikan dengan jumlah ayam kampung yang dipelihara. Kandang postal ukuran 5 x 20 m bisa diisi sebanyak 1200 ekor ayam kampung unggulan. Lama pemeliharan dalam kandang postal ini adalah ketika ayam kampung unggulan berumur 21 hari sampai waktu panen.
Untuk kandang baterai diperlukan sebagai kandang untuk indukan atau ayam kampung petelur. Lokasi kandang yang ideal adalah memiliki jarak dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang. Sebelum kandang diisi dengan ayam kampung, perlu dilakukan penyucihamaan dengan disinfektan yang tidak berbahaya bagi ayam.

Pengendalian Penyakit Ayam Kampung
  • Penyakit pada ayam kampung kerap kali menimbulkan masalah dan kerugian yang besar. Karena itu pengendalian dan pencegahan penyakit penting untuk dilakukan. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit antara lain:
  • Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
  • Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
  • Melakukan vaksinasi secara teratur
  • Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
  • Manajemen pemeliharaan yang baik
  • Kontrol terhadap binatang lain.
  • Bila ada serangan penyakit ayam ngorok atau cekreh, tidak perlu khawatir lagi karena saat ini telah tersedia sebuah formula ampuh untuk mengatasi ayam ngorok. Obat ayam ngorok ini bernama Prontech.
  • Dengan pemeliharaan ayam kampung secara intensif dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan daging ayam kampung yang semakin meningkat.


Pemesanan Produk Natural Nusantara (NASA)
Hubungi Kami -
Distributor Resmi PT Natural Nusantara
Jl. Dewi Sartika Raya No. 2 Rt 01/05
Semarang, Jawa Tengah kode Pos 50191
Abdillah Munir, SHi
081222593115 (Telp/SMS/WA/Line)
Amalia Amd, Keb
081901092128  (Telp/SMS/WA)
Layanan konsultasi dan order :
HP Call/SMS/WA: 081222593115
 

Distributor Resmi NASA

gudang-nasa-natural-nusantara-distributor-resmi-asli
Sejak awal PT. Natural Nusantara (NASA) memiliki visi “Menuju Indonesia Makmur Raya Berkeadilan’ berkomitmen untuk bergerak memajukan potensi bidang agrokomplek di Indonesia.
Tentu saja sangat beralasan apabila NASA berusaha aktif mendorong dan memajukan dunia agro di Indonesia. Tak lain karena Indonesia merupakan negara dengan potensi terbesar di bidang agraris dan mayoritas masyarakat terjun di dunia agro. Tanah yang subur dan kaya unsur hara.
Kondisi iklim yang lebih kondusif. Serta garis pantai terpanjang sebagai kekayaan bangsa yang wajib dikelola untuk kesejahteraan rakyat.
Agrokompleks (Pertanian, Peternakan, Perikanan) adalah bidang yang menyangkut makhluk hidup dan lingkungan sehingga pengelolaannya harus bijaksana dan memperhatikan semua aspek terkait. Diantaranya adalah aspek obyeknya sendiri (tanaman, hewan dan ikan), aspek lingkungan serta aspek manusia (petani dan konsumen). Dengan demikian apapun teknologi yang dipergunakan pada agro kompleks harus memenuhi syarat K-3 :
  • gudang-nasa-natural-nusantara-distributor-resmi-asli-intigrow 
  • Kuantitas. Mampu menaikkan produktivitas (bobot panen meningkat).
  • Kualitas. Mampu menaikkan kualitas (rasa, aroma, warna, rendemen, keawetan hasil panen, rendah atau bebas dari senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan.
  • Kelestarian. Mampu menjaga kelestarian lingkungan sehingga secara jangka panjang produktivitas tetap terjaga dan tidak menimbulkan kerusakan dan pencemaran.

Distributor Resmi Natural Nusantara (NASA)

PT. Natural Nusantara (NASA) mendistribusikan produk-produknya melalui metode distribusi langsung, yaitu menggunakan konsep kedistributoran. Di mana setiap distributor bisa sekaligus sebagai penyedia produk dalam skala besar, atau biasa disebut Stokis NASA.
Kedudukan stokis NASA secara tidak langsung adalah wakil perusahaan yang berperan dalam mendekatkan produk kepada konsumen melalui stok barang dalam jumlah yang cukup. Sehingga setidaknya kebutuhan produk bisa segera terjawab di suatu wilayah apabila memerlukannya.
gudang-distributor-nasa-natural-nusantara-batam-tanjung-pinang-kepulauan-riau-stokis-stockist-poc-nasa-hormonik-metilat-supernasa-viterna-power-nutrition-pestona-pentana-bvr-glio-tangguh
Begitu pula kami sebagai distributor resmi NASA. juga sekaligus sebagai Stokis NASA yang menyediakan stok produk dalam jumlah cukup besar dan lengkap. Sebab menjadi komitmen kami untuk terus melayani konsumen yang membutuhkan produk-produk NASA, baik untuk pemakaian sendiri maupun untuk dipasarkan kembali. Sehingga ketersediaan stok barang dalam jumlah besar selalu siap di gudang.
Produk sarana produksi agrokomplek NASA, seperti pupuk organik, pestisida alami, suplemen vitamin ternak, benih dan bibit memang sudah teruji dan terbukti keunggulannya dalam meningkatkan produktivitas hasil agro di Indonesia. Sehingga produk NASA semakin dikenal luas di seantero Indonesia bahkan hingga ke mancanegara.
Dilihat dari kacamata bisnis tentu ini ladang besar yang layak digarap sebagai salah satu media usaha. Dan potensi bisnis di bidang agro seperti ini sangatlah panjang. Lalu apakah Anda tertarik juga untuk bersama menekuni distribusi produk NASA sebagai peluang bisnis?

Pemesanan Produk Natural Nusantara (NASA)
Hubungi Kami -
Distributor Resmi PT Natural Nusantara
Jl. Dewi Sartika Raya No. 2 Rt 01/05
Semarang, Jawa Tengah kode Pos 50191
Abdillah Munir, SHi
081222593115 (Telp/SMS/WA/Line)
Amalia Amd, Keb
081901092128  (Telp/SMS/WA)
Layanan konsultasi dan order :
HP Call/SMS/WA: 081222593115

Sabtu, 17 Juni 2017

Tanaman Tumbuh Bagus, Bebas Hama dan Penyakit

Pak Iqbal, petani asal Desa Batukede, Kec. Alakbarat, Kab. Enrekang – Sulawesi Selatan sudah sering budidaya tanaman dengan pola tumpang sari antara bawang daun dan kubis. Selama ini beliau belum pernah merasakan hasil panen yang sesuai apa yang diharapkan. Hal itu dikarenakan tanamannya mempunyai pertumbuhan yang kurang baik, mudah layu, kerdil dan yang lebih parah lagi terlalu sering kena serangan hama dan penyakit. Namun, setelah beliau mencoba menggunakan beberapa produk pertanian PT. NASA, yaitu POC NASA, SUPERNASA, HORMONIK, AERO 810, PESTONA, BVR, GLIO dan Virexi kendala yang dirasakan selama ini mulai bisa teratasi.
“Saya menggunakan SUPERNASA untuk awal olah lahan, POC NASA dan HORMONIK untuk penyemprotan ditambah sebagai perekat AERO 810,” Ujarnya mengawali perbincangan dengan Team NASA.
“Untuk penanggulangan hama dan penyakit saya menggunakan GLIO, BVR, PESTONA dan Virexi” Lanjutnya menjelaskan. Beliau mengakui bahwa setelah menggunakan produk pertanian PT. NASA perkembangan tanamannya semakin bagus. Ia juga menjelaskan bahwa sebelum dulu pertumbuhan tanamannya itu kerdil dan layu, namun setelah menggunakan produk pertanian PT. NASA sekarang tidak lagi bahkan menurutnya 50% pertumbuhan tanaman lebih bagus daripada musim yang lalu.
Berbicara tentang hama dan penyakit, Pak Iqbal mengakui bahwa pada musim-musim yang lalu tanamannya sering diserang hama dan penyakit. “Padahal dulu saya sudah menggunakan pestisida kimia namun hama dan penyakit kembali menyerang tanaman,” Akunya, lalu ia menambahkan,”Sekarang setelah menggunakan GLIO, BVR, Virexi dan PESTONA hama dan penyakit hampir tidak ada, hal ini saya rasakan ada kemajuan juga sekitar 50%”. Ketika diitanya mengenai luas lahan, dirinya menjelaskan bahwa luas lahan yang ditanami untuk tanaman tumpang sari adalah seluas 1.500 m2, dengan jumlah 3.000 pohon. Selain menjelaskan produk pertanian PT. NASA, Beliau menerangkan juga tentang pupuk makro yang dia berikan pada tanaman.
“Dulu saya menghabiskan pupuk makro seperti Urea, TSP, dan Kcl sebanyak 80 kg, namun setelah menggunakan produk pertanian PT. NASA saya cuma menghabiskan 45 kg saja, berarti ada penghematan pupuk makro” Ucapnya senang.
Lebih gamblang mengenai penggunaan produk, ia menerangkan bahwa penyemprotan POC NASA, HORMONIK dan AERO-810 ia lakukan ketika tanaman sudah memasuki hari ke-5. Mengenai dosis yang ia berikan, dirinya mengatakan mengikuti petunjuk sesuai dengan label.
Demikian pula halnya dengan perlakuan yang ia terapkan pada produk pestisida organik/agens hayati dari PT. NASA. Untuk pestisida organik /agens hayati penyemprotan ia lakukan yakni dengan cara silang bergantian dilakukan 10 hari sekali. “Lebih hemat 50% dan ramah lingkungan, itulah kesan saya rasakan setelah saya menggunakan produk pertanian PT. NASA” Ungkapnya dengan senang.
“Sewaktu saya menggunakan pestisida kimia, biasanya saya bisa menghabiskan Rp. 300.000,- namun setelah menggunakan pestisida organik/agens hayati dari PT. NASA diantaranya 2 bungkus BVR, 1 bungkus GLIO, 1 bungkus Virexi dan 1 botol PESTONA saya hanya menghabiskan tidak kurang dari Rp. 100.000 saja, berarti ada penghematan Rp. 200.000,- ini dari pengendalian hama dan penyakit” Ujar dirinya seraya membandingkan pestisida yang kimia dan organik.
Setelah menggunakan produk pestisida organik / agens hayati dari PT. NASA, sesuai penjelasannya juga, serangan hama dan penyakit sudah berkurang dan berangsur-angsur hilang, padahal musim lalu, menurutnya, yang paling sulit adalah hama ulat gantung, namun setelah menggunakan beberapa produk dari PT. NASA tersebut baik produk pupuk maupun pestisida organiknya kini tidak jadi masalah lagi.
Pada bagian akhir wawancara dengan Team Liputan NASA, Pak Iqbal berpesan agar para petani yang menanam tanaman tumpang sari supaya menggunakan produk pertanian dari PT. NASA, karena dirinya merasakan sendiri akan manfaatnya.

Kerontokan Bunga dan Buah Sangat Kecil

Pertumbuhan tanaman yang subur dan sehat merupakan harapan Bp. Sukemi yang telah lama berkecimpung dalam hal budidaya tanaman cabai. Awalnya ia hanya sekedar mencoba produk pertanian PT. NASA seperti POC NASA dan Hormonik. Bp. Sukemi mulai menggunakan POC NASA dan Hormonik ketika tanamannya menginjak usia 15 hari dan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan pertama yang terdiri dari ZA, KCl dan TSP. Pemberian POC NASA dan Hormonik dilakukan dengan cara disemprotkan pada tanaman. Dosis yang diberikan : POC NASA 40 cc + Hormonik 10 cc dicampur dengan air 14 liter. Perlakuan yang sama dilakukan pada usia tanaman 30 hari, 45 hari, 60 hari sampai dengan sekarang menginjak umur 70 hari, dengan ketinggian tanaman mencapai 1,5 meter – 2 meter.
Menurut pengakuannya, ia sangat senang melihat tanaman cabainya tumbuh dengan sehat dan subur. Pertumbuhan tanaman yang cepat, daun yang hijau segar, buah dan bakal bunga yang semakin hari semakin banyak dan lebat, dan yang paling menggembirakan dirinya adalah persentase daya rontoknya kecil sekali pada buah dan bunganya. Padahal diakuinya, dulu sebelum menggunakan produk pertanian PT. NASA persentase rontoknya buah dan bunga mencapai 25% hingga 30%, selain itu juga tanaman tidak begitu sehat dan subur. “Produk Pertanian PT. NASA memang terbukti mampu menyuburkan dan memberi efek positif pada tanaman cabai”, ujarnya mengakhiri.

Teknik Budidaya Tanaman Tebu

Teknis Budidaya Tebu 
Budidaya Tebu saat ini sudah bukan lagi kegiatan yang hanya dilakukan oleh pihak PTPN. Dengan program Petani Tebu Rakyat, masyarakat petani sudah bisa membudidayakan tanaman tebu dengan pengelolaan sendiri, walaupun masih ada peran PTPN. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa saat ini pemerintah Indonesia sedang menggalakkan budidaya tebu sebagai upaya mengatasi menurunnya produksi gula di Indonesia. Hal ini tidaklah berlebihan mengingat Indonesia dulu pernah mengalami kejayaan sebagai pengekspor gula. Nah, Bisakah masa keemasan Indonesia ini terulang kembali? PT. Natural Nusantara berusaha ikut berperan serta dalam usaha mengembalikan masa kejayaan tersebut dengan membuat panduan teknik budidaya tebu agar mampu meningkatkan produksi tebu baik secara kuantitas, kualitas dan kelestarian.

Teknik Budidaya Tebu Teknologi NASA

Syarat Tumbuh Tanaman Tebu

Tanah yang cocok adalah bersifat kering-kering basah, tidak terlalu masam, pH diatas 6,4. Ketinggian kurang dari 500 mdpl dengan curah hujan kurang dari 2.000 mm per tahun.

Jenis-Jenis Tebu

Jenis tebu yang sering ditanam POY 3016, P.S. 30, P.S. 41, P.S. 38, P.S. 36, P.S. 8, B.Z. 132, B.Z. 62, dll.

Pembukaan Kebun

  • Pembukaan dan penanaman sebaiknya dimulai dari petak yang paling jauh dari jalan utama atau lori pabrik
  • Ukuran got standar ; Got keliling/mujur lebar 60 cm; dalam 70 cm, Got malang/palang lebar 50 cm; dalam 60 cm. Buangan tanah got diletakkan di sebelah kiri got. Apabila got diperdalam lagi setelah tanam, maka tanah buangannya diletakkan di sebelah kanan got supaya masih ada jalan mengontrol tanaman.
  • Juringan/cemplongan (lubang tanam) baru dapat dibuat setelah got – got malang mencapai kedalaman 60 cm dan tanah galian got sudah diratakan. Ukuran standar juringan adalah lebar 50 cm dan dalam 30 cm untuk tanah basah, 25 cm untuk tanah kering. Pembuatan juringan harus dilakukan dua kali, yaitu stek pertama dan stek kedua serta rapi.
  • Jalan kontrol dibuat sepanjang got mujur dengan lebar + 1 m. Setiap 5 bak dibuat jalan kontrol sepanjang got malang dengan lebar + 80 cm. Pada juring nomor 28, guludan diratakan untuk jalan kontrol (jalan tikus)

Turun Tanah (Kebruk)

Kebruk yaitu mengembalikan tanah stek kedua ke dalam juringan untuk membuat kasuran/bantalan/dasar tanah. Tebalnya tergantung keadaan, bila tanahnya masih basah + 10 cm. di musim kemarau terik tebal + 15 – 20 cm.

Persiapan Tanam

  • Lakukan seleksi bibit di luar kebun
  • Bibit stek harus ditanam berhimpitan agar mendapatkan jumlah anakan semaksimal mungkin. Bibit stek + 70.000 per ha.
  • Sebelum ditanam, permukaan potongan direndam dahulu dengan POC NASA dosis 2 tutup + Natural GLIO dosis 5 gr per 10 liter air.
  • Sebelum tanam, juringan harus diari untuk membasahi kasuran, sehingga kasuran hancur dan halus.

Cara Menanam Tebu

  • Bibit Bagal/debbeltop/generasi
    Tanah kasuran harus diratakan dahulu, kemudian tanah digaris dengan alat yang runcing dengan kedalaman + 5-10 cm. Bibit dimasukkan ke dalam bekas garisan dengan mata bibit menghadap ke samping. Selanjutnya bibit ditimbun dengan tanah.
  • Bibit Rayungan (bibit yang telah tumbuh di kebun bibit), jika bermata (tunas) satu: batang bibit terpendam dan tunasnya menghadap ke samping dan sedikit miring, + 45 derajat. Jika bibit rayungan bermata dua; batang bibit terpendam dan tunas menghadap ke samping dengan kedalaman + 1 cm.
  • Sebaiknya, bibit bagal (stek) dan rayungan ditanam secara terpisah di dalam petak-petak tersendiri supaya pertumbuhan tanaman merata.

Waktu Tanam

Berkaitan dengan masaknya tebu dengan rendemen tinggi tepat dengan timing masa giling di pabrik gula. Waktu yang tepat pada bulan Mei, Juni dan Juli.

Penyiraman

Penyiraman tidak boleh berlebihan supaya tidak merusak struktur tanah. Setelah satu hari tidak ada hujan, harus segera dilakukan penyiraman.

Penyulaman

  1. Sulam sisipan, dikerjakan 5 – 7 hari setelah tanam, yaitu untuk tanaman rayungan bermata satu.
  2. Sulaman ke – 1, dikerjakan pada umur 3 minggu dan berdaun 3 – 4 helai. Bibit dari rayungan bermata dua atau pembibitan.
  3. Penyulaman yang berasal dari ros/pucukan tebu dilakukan ketika tanaman berumur + 1 bulan
  4. Penyulaman ke-2 harus selesai sebelum pembubunan, bersama sama dengan pemberian air ke – 2 atau rabuk ke-2 yaitu umur 1,5 bulan
  5. Penyulaman ekstra bila perlu, yaitu sebelum bumbun ke -2

Pembumbunan Tanah

  • Pembumbunan ke-1 dilakukan pada umur 3-4 minggu, yaitu berdaun 3 – 4 helai.
  • Pembumbunan dilakukan dengan cara membersihkan rumput-rumputan, membalik guludan dan menghancurkan tanah (jugar) lalu tambahkan tanah ke tanaman sehingga tertimbun tanah.
  • Pembumbunan ke – 2 dilakukan jika anakan tebu sudah lengkap dan cukup besar + 20 cm, sehingga tidak dikuatirkan rusak atau patah sewaktu ditimbun tanah atau + 2 bulan.
  • Pembumbunan ke-3 atau bacar dilakukan pada umur 3 bulan, semua got harus diperdalam ; got mujur sedalam 70 cm dan got malang 60 cm.

Garpu Muka Gulud

Penggarpuan harus dikerjakan sampai ke pinggir got, sehingga air dapat mengalir. Biasanya dikerjakan pada bulan Oktober/November ketika tebu mengalami kekeringan.
Klentek
Yaitu melepaskan daun kering, harus dilakukan 3 kali, yaitu sebelum gulud akhir, umur 7 bulan dan 4 minggu sebelum tebang.

Tebu Roboh

Batang tebu yang roboh atau miring perlu diikat, baik silang dua maupun silang empat. Ros – ros tebu, yang terdiri dari satu deretan tanaman, disatukan dengan rumpun – rumpun dari deretan tanaman di sisinya, sehingga berbentuk menyilang.

Pemupukan

  1. Sebelum tanam diberi TSP 1 kuintal/ha
  2. Siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas juringan dosis ± 1-2 botol/1000 m² dengan cara :
    Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram juringan.
    Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5 – 10 meter juringan.
  3. Saat umur 25 hari setelah tanam berikan pupuk ZA sebanyak 0,5-1 kw/ha. Pemupukan ditaburkan di samping kanan rumpun tebu
  4. Umur 1,5 bulan setelah tanam berikan pupuk ZA sebanyak 0,5 – 1 kw/ha dan KCl sebanyak 1-2 kw/ha. Pemupukan ditaburkan di sebelah kiri rumpun tebu.
  5. Untuk mendapatkan rendemen dan produksi tebu tinggi, semprot POC NASA dosis 4-6 tutup dicampur HORMONIK 1-2 tutup per-tangki pada umur 1 dan 3 bulan

Hama dan Penyakit Tanaman Tebu

  • Hama Penggerek Pucuk dan batang
    Biasanya menyerang mulai umur 3 – 5 bulan. Kendalikan dengan musuh alami Tricogramma sp dan lalat Jatiroto, semprot PESTONA / Natural BVR
  • Hama Tikus
    Kendalikan dengan gropyokan, musuh alami yaitu : ular, anjing atau burung hantu
  • Penyakit Fusarium Pokkahbung
    Penyebab jamur Gibbrella moniliformis. Tandanya daun klorosis, pelepah daun tidak sempurna dan pertumbuhan terhambat, ruas-ruas bengkok dan sedikit gepeng serta terjadi pembusukan dari daun ke batang. Penyemprotan dengan 2 sendok makan Natural GLIO + 2 sendok makan gula pasir dalam tangki semprot 14 atau 17 liter pada daun-daun muda setiap minggu, pengembusan tepung kapur tembaga ( 1 : 4 : 5 )
  • Penyakit Dongkelan
    Penyebab jamur Marasnius sacchari, yang bias mempengaruhi berat dan rendemen tebu. Gejala, tanaman tua sakit tiba-tiba, daun mengering dari luar ke dalam. Pengendalian dengan cara penjemuran dan pengeringan tanah, harus dijaga, sebarkan Natural GLIO sejak awal.
  • Penyakit Nanas
    Disebabkan jamur Ceratocytis paradoxa. Menyerang bibit yang telah dipotong. Pada tapak (potongan) pangkas, terdapat warna merah yang bercampur dengan warna hitam dan menyebarkan bau seperti nanas. Bibit tebu direndam dengan POC NASA dan Natural GLIO.
  • Penyakit Blendok
    Disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas albilincans Mula-mula muncul pada umur 1,5-2 bulan setelah tanam. Daun-daun klorotis akan mengering, biasanya pada pucuk daun dan umumnya daun-daun akan melipat sepanjang garis-garis tadi. Jika daun terserang hebat, seluruh daun bergaris-garis hijau dan putih. Rendam bibit dengan air panas dan POC NASA selama 50 menit kemudian dijemur sinar matahari. Gunakan Natural GLIO sejak awal sebelum tanam untuk melokalisir serangan.

Rendeman Tebu

  • Proses kemasakan tebu merupakan proses yang berjalan dari ruas ke ruas yang tingkat kemasakannya tergantung pada ruas yang yang bersangkutan. Tebu yang sudah mencapai umur masak, keadaan kadar gula di sepanjang batang seragam, kecuali beberapa ruas di bagian pucuk dan pangkal batang.
  • Usahakan agar tebu ditebang saat rendemen pada posisi optimal yaitu sekitar bulan Agustus atau tergantung jenis tebu. Tebu yang berumur 10 bulan akan mengandung saccharose 10 %, sedang yang berumur 12 bulan bisa mencapai 13 %.

Tebu Keprasan

  • Yaitu menumbuhkan kembali bekas tebu yang telah ditebang, baik bekas tebu giling atau tebu bibitan (KBD).
  • Kebun yang akan dikepras harus dibersihkan dari kotoran bekas tebangan yang lalu. Sebelum mengepras , sebaiknya tanah yang terlalu kering di airi dulu. Kepras petak – petak tebu secara berurutan. Setelah dikepras siramkan SUPER NASA (dosis sama seperti di atas). Lima hari atau seminggu setelah dikepras, tanaman diairi dan dilakukan penggarapan (jugaran) sebagai bumbun ke-1 dan pembersihan rumput – rumput.
  • Lakukan penyemprotan POC NASA dan HORMONIK pada umur 1,2 dan 3 bulan dengan dosis seperti di atas.Pemeliharaan selanjutnya sama dengan tanam tebu pertama.

Tanam Cabai, Irit Biaya dan Hasil Menguntungkan


Mulhenry Maruhun, petani cabai asal Jorong Pasir Lawe, Kanagarian Pasir Lawe, Kec. Palopo, Kab. Agam, Sumatera Barat, menanam cabai jenis lokal pada areal 1.000 m2 (0,1 Ha). Sampai saat ini umur tanaman 4,5 bulan (135 hari). Pupuk yang saya gunakan SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, GLIO, Pentana dan PESTONA. Pada saat pengolahan tanah, sebelum dibuat bedengan tanah diberi dolomit. Kemudian diberi pupuk makro (ZA, KCl, TSP) kurang lebih 25 Kg.
Mengenai pemberian SUPERNASA yaitu : 3 sdm dicampur dengan air 15 liter, siramkan ke bedengan lalu di tutup dengan plastik mulsa. Baru kemudian ditanam. GLIO digunakan dengan cara dilarutkan bersama SUPERNASA dan disiramkan ke bedengan. Setelah ditanam, saya menggunakan 40 cc POC NASA + 10 cc HORMONIK dalam 1 tangki air 15 liter, semprotkan 1 minggu sekali. Untuk pemupukan setelah tanam, selain produk pertanian NASA, saya juga menggunakan pupuk kimia, NPK 2 Kg + 40 cc POC NASA diaduk dan dicampur air sebanyak 1 ember (+ 10 liter) ambil 1 gelas larutan untuk tiap tanaman.
Guna mengatasi serangan penyakit layu tanaman saya menggunakan GLIO, caranya :
  1. 1 sdm GLIO dicampur 15 liter air, kemudian dikocorkan ke tanaman.
  2. Untuk mengatasi serangan hama kutu saya menggunakan Pentana dan PESTONA.
  3. Pentana saya gunakan dengan 3 tutup + air 1 tangki (15 liter) disemprotkan setiap 5 hari sekali.
  4. Sedangkan PESTONA saya gunakan dengan dosis 40 cc + air 15 liter (1 tangki) disemprotkan seminggu sekali.
Sampai dengan saat ini saya telah menggunakan produk NASA antara lain :
  • POC NASA 2 botol, HORMONIK 2 botol, SUPERNASA 2 botol, GLIO 1 pack, Pentana 1 botol dan PESTONA 1 botol.
Keuntungan setelah menggunakan produk NASA diantaranya :
  1. Pengolahan tanah mudah,
  2. Tanah menjadi subur,
  3. Pertumbuhan tanaman lebih cepat,
  4. Buah dapat dipanen hingga ujung tanaman.
Keuntungan lainnya adalah dari tinggi tanaman. Tinggi tanaman cabai sebelum menggunakan produk NASA hanya 100 cm (1 meter), tetapi setelah saya menggunakan produk NASA tingginya rata-rata 175 cm bahkan ada yang tingginya mencapai 196 cm (hampir 2 meter). Setelah menggunakan produk NASA warna hijau daun lebih tahan lama dan bukan itu saja penggunaan pupuk makro (kimia) lebih sedikit (Biaya dapat ditekan).
Untuk lahan seluas 0,1 Ha ini saya sudah panen sebanyak 5 kali dan akan masih terus panen. Perincian hasil 5 kali panen yaitu : Panen 1 = 1 Kg, Panen 2 = 3 Kg, Panen 3 = 15 Kg, Panen 4 = 30 Kg dan Panen 5 = 50 Kg. Hasil produksi yang menggunakan produk NASA lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan produk NASA. Dari segi ekonomi setelah menggunakan produk NASA lebih menguntungkan karena dapat menekan biaya pengeluaran hingga mencapai 50%. Pesan saya kepada petani di Indonesia agar menggunakan produk-produk NASA, karena sudah terbukti hasilnya bagus dan menguntungkan.

Teknologi PIKAT NASA Tanaman Karet


Teknologi Pikat NASA Tanaman Karet
Dalam upaya peningkatan produksi karet, Intensifikasi merupakan salah satu solusi yang wajib digunakan mengiringi metode Ekstensifikasi karena membutuhkan luas lahan serta tenaga kerja yang lebih besar. PT Natural Nusantara menghadirkan Teknologi PIKAT NASA Karet untuk memberikan solusi praktis dalam proses intensifikasi produksi pada tanaman karet.
Teknologi PIKAT NASA (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu NASA) dari PT Natural Nusantara ini mampu memenuhi semua kebutuhan tanaman dan tanah secara lengkap berupa unsur hara makro dan mikro, hormon pertumbuhan, enzim, asam-asam organik dan beberapa jenis mikroorganisme berguna bagi tanaman.
Teknologi PIKAT NASA Karet dapat membantu pembudidayaan tanaman karet secara organik untuk mendapatkan produksi yang stabil sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Teknologi PIKAT NASA telah teruji secara:
  • Multi Komoditi
    Sudah digunakan pada banyak jenis tanaman yang dibudidayakan termasuk tanaman karet
  • Multi Lokasi
    Sudah diaplikasikan pada berbagai kondisi lahan di Indonesia
  • Multi Waktu
    Sudah digunakan sejak tahun 1996

Manfaat Teknologi PIKAT NASA pada Tanaman Karet

  • Mempercepat pertumbuhan tanaman karet
  • Meningkatkan hasil panen getah karet
    – jumlah panen getah lebih tinggi
    – waktu panen getah lebih awal, masa panen puncak lebih lama
    – usia produksi karet lebih lama
  • Melunakkan kulit batang sehingga mudah disadap
  • Mempercepat pemulihan kulit batang setelah disadap
  • Meningkatkan kualitas hasil karet
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit
  • Memperbaiki tanah yang rusak / mengembalikan kesuburan tanah
  • Mengurangi penggunaan pupuk kimia
  • Menguntungkan secara ekonomi. Bisa dipilih sesuai kondisi keuangan
    Alternatif A, B atau C
Biaya produksi dengan prinsip PIKAT NASA dibandingkan sebelumnya:
A. Lebih Rendah ⇒ Hasil Panen Sama dengan Sebelumnya
B. Sama ⇒ Hasil Panen Lebih Tinggi dengan Sebelumnya
C. Lebih Tinggi ⇒ Hasil Panen Naik Optimal
Sebagai contoh: setiap aplikasi pupuk NPK dengan biaya 2 juta per hektar, maka:
Alternatif A: Biaya pupuk NPK 750.000 + Produk NASA 750.000 ⇒ Hasil Panen = sebelumnya
Alternatif B: Biaya pupuk NPK 1 juta + Produk NASA 1 Juta ⇒ Hasil panen naik 40-70 %
Alternatif C: Biaya pupuk NPK 1,5 juta + Produk NASA 1 juta ⇒ Hasil panen naik 75-300 %

Cara Penggunaan Produk NASA pada Tanaman Karet

1. Pembibitan

  • Penyemprotan bibit: 2-3 tutup botol POC NASA /tangki / 1-2 minggu, atau
  • Penyiraman: 3 tutup POC NASA /10 liter air, kemudian disiramkan 1 gelas Aqua untuk setiap bibit 1-2 minggu sekali

2. Tanaman Belum Produksi

  • Pilihan Utama
    1. 250 gram SUPERNASA + 200 liter air jadi larutan induk, kemudian ambil ±10 cc dari larutan induk diencerkan dengan 1 liter air untuk menyiram per pohon; atau
    2. 1 (satu) sendok makan SUPERNASA + 10 liter air disiramkan untuk 5 pohon, Aplikasikan 2-3 bulan sekali
  • Pilihan Standar
    1 tutup botol POC NASA (±12,5 cc) + 1 liter air disiramkan ke setiap pohon dan lakukan 4-6 bulan sekali

3. Tanaman Sudah Produksi

  • Pilihan Utama = 3-6 kg SUPERNASA / hektar / 4-6 bulan
  • Pilihan Standar = 1-2 kg SUPERNASA + 2-5 liter POC NASA / hektar / 4-6 bulan
  • Pilihan Minimal = 5-10 liter POC NASA / hektar / 4-6 bulan
Keterangan
  • Penggunaan SUPERNASA dapat dilakukan dengan dicampur bersama pupuk NPK atau tanah, pasir, abu untuk memudahkan pemberian ke lahan. Dapat juga dengan cara diencerkan terlebih dahulu untuk disiramkan, dengan cara larutkan 250 gram (1 botol SUPERNASA) dalam 200 liter air jadi larutan induk, kemudian ambil ±10 cc larutan induk dan encerkan dengan 1 liter air untuk menyiram setiap pohon
  • Dosis pupuk makro / NPK / Kimia dapat dikurangi 50% dari dosis kebiasaan setempat. Jika tidak dikurangi akan lebih baik
  • POC NASA dan HORMONIK bisa diganti dengan GREENSTAR Pupuk Organik Serbuk dengan dosis 0,5 sachet (10 gr) / tangki semprot atau 10-20 liter air
  • SUPERNASA dapat diganti dengan SUPERNASA GRANULE (Dosis 50 gr/hektar)
Untuk mengatasi serangan layu tanaman karet karena jamur dapat digunakan produk Pestisida biologi atau Agens Hayati GLIO.
Itulah tulisan singkat tentang panduan teknik budidaya tanaman karet dengan teknologi PIKAT NASA Tanaman Karet dari PT Natural Nusantara dengan harapan bisa membantu meningkatkan produksi getah karet dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.